Tampilkan postingan dengan label Laut dan Pesisir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laut dan Pesisir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2020

Mengapa Air Bahari Asin?


Kalian pasti pernah main di pantai kan, pernah enggak sengaja ngerasain air lautnya kan? Asin ya! Jauh berbeda dibandingkan air di sungai, air tanah yang kita gunakan untuk mandi dan menyiram tanaman, atau bahkan air hujan yang kita sering rasakan belakangan ini. Kira-kira, kalian tau gak kenapa air laut mampu asin??





Apakah yang mengakibatkan air laut asin ini garam? Berapa banyak garam yang mesti ditaburkan di laut untuk membuatnya menjadi asin? Atau, jangan-jangan ada faktor lain nih yang menimbulkan air bahari menjadi asin. Yuk kita cari tahu lebih lanjut.






Karena Banyak Garamnya!





Bagi kalian yang udah menebak karena banyak mineral garamnya, maka kalian benar! Air maritim sangatlah asin alasannya adalah kadar garamnya yang sangat banyak, jauh lebih banyak dibandingkan air-air yang lain. Eits, jangan salah, semua jenis air punya mineral garam juga lho, kecuali aquades dan air demineral ya yang secara khusus telah dihilangkan mineral-mineralnya.





Sadar atau tidak sadar, ternyata seluruh air yang kita gunakan ada unsur garamnya lho. Baik itu air tanah, air hujan, ataupun air sungai. Namun, yang membedakan adalah konsentrasi garam yang ada di air tersebut, ada yang mempunyai fokus garam sedikit dan tinggi. Kebetulan, air laut merupakan salah satu air dengan kadar konsentrasi garam yang paling tinggi.





Kalian niscaya penasaran juga kan berapa banyak garam yang diharapkan untuk membuat bahari yang sungguh luas ini menjadi asin. Ternyata, hampir 3,5% dari bobot lautan berisikan sodium klorida (garam), jikalau kita konversi, kira kira ada 50 juta milyar ton garam yang terlarut dalam lautan kita. Sebuah jumlah yang sangat banyak ya!





 



Darimana Sumber Garam Air Laut?





Oke, 50 juta milyar ton garam itu angka yang gede banget. Dari mana sih asalnya garam itu? Kok mampu banyak banget ya?





Ternyata, garam tersebut berasal dari 2 sumber ialah:





  1. Runoff dari daratan yang disebabkan oleh hujan
  2. Aktivitas vulkanisme bawah bahari melewati lubang hidrotermal dan letusan bawah bahari




Nah, sekarang telah cukup terang kan sumber garam air bahari berasal dari mana. Namun, ada satu aspek lagi nih yang mengakibatkan air maritim mempunyai tingkat keasinan yang tinggi, penguapan. Penasaran kan? Yuk kita bahas satu-satu.





Runoff Daratan





Air hujan akan bermuara di sungai-sungai
Runoff dari air hujan akan bermuara di sungai-sungai dan karenanya berakhir di maritim




Ternyata, daratan kita mengandung banyak mineral garam lho teman-teman, mineral garam tersebut terkandung dalam batuan. Ketika terjadi hujan, air limpasan yang mengalir di permukaan tanah (runoff) akan meluruhkan mineral-mineral tersebut, sehingga air limpasan hujan akan bersifat asin.





Air hujan dapat meluruhkan mineral garam yang terkandung dalam batu alasannya mempunyai sifat asam, walaupun tidak cukup asam untuk mengiritasi kulit atau membunuh tanaman. Jika tingkat keasamannya telah setinggi itu, maka hujan tersebut dikenal selaku hujan asam yang berbahaya bagi makhluk hidup dan bangunan bikinan insan.





Oke, kita kembali lagi ke air limpasan. Pada karenanya, sesuai dengan siklus air, air limpasan tersebut akan bermuara di sungai-sungai dan mengalir ke bahari. Seiring dengan mengalirnya air tersebut ke bahari, semakin banyak mineral garam yang terlarut kedalam air, apalagi lagi ketika batuan dasar (bedrock) sungainya memiliki kadar mineral garam yang tinggi. Oleh alasannya itu, saat air tersebut sampai di maritim, umumnya telah bersifat cukup asin.





 



Aktivitas Vulkanisme Bawah Laut





Lubang-lubang hidrotermal seperti ini merupakan salah satu cara mineral keluar dari dasar laut
Lubang-lubang hidrotermal seperti ini ialah salah satu cara mineral keluar dari dasar laut (Phys.org)




Kalian tahu kan kalau bawah maritim itu juga ada aktivitas vulkanismenya? Nah, umumnya, acara vulkanisme ini berbentuk oceanic ridge atau lubang hidrotermal. Salah satu penyebab dari air bahari yang asin yaitu mineral-mineral yang keluar dari lubang hidrotermal nih temen-temen.





Sebenernya, lubang hidrotermal itu apa sih? Jadi, lubang hidrotermal, atau dalam bahasa inggrisnya adalah hydrothermal vents yaitu rekahan-rekahan yang ada di dasar bahari. Rekahan-rekahan ini umumnya mempunyai kedalaman yang cukup dalam, sehingga pada bab bawahnya, telah terdapat magma atau setidaknya jarak antara dasar rekahan tersebut dengan magma sudah cukup dekat. Kalau kalian masih ingin tau, mungkin kalian mampu baca-baca lebih banyak mengenai struktur bumi.





Nah, air yang masuk kedalam rekahan-rekahan ini akan dipanaskan oleh magma dari mantel bumi. Pemanasan ini menyebabkan beberapa reaksi kimiawi yang menimbulkan air bahari kehilangan mineral mirip sulfat, magnesium, dan oksigen. Kemudian, air tersebut akan menyerap mineral-mineral seperti besi, seng, dan tembaga dari batuan disekitarnya. Terkadang, terdapat pula mineral-mineral garam yang dikeluarkan oleh batuan-batuan tersebut. Oleh sebab itu, air yang keluar dari lubang hidrotermal akan mempunyai kandungan mineral yang tinggi.





Selain lubang hidrotermal, terdapat juga acara vulkanik berupa letusan gunung bawah maritim. Letusan gunung ini kerap kali melontarkan mineral garam secara pribadi kedalam laut. Jumlah garam yang dikeluarkan sungguh bergantung pada jenis batuan dan magma yang menghasilkan kegiatan vulkanik tersebut.





 



Penguapan Air Laut





Ketika air laut menguap, garam yang dikandung oleh air laut akan tetap tertinggal sehingga semakin tinggi penguapan, semakin tinggi pula tingkat keasinan laut
Ketika air laut menguap, garam yang dikandung oleh air bahari akan tetap tertinggal sehingga kian tinggi penguapan, makin tinggi pula tingkat keasinan laut




Oke kini kita akan membicarakan mengenai penguapan air bahari. Penguapan mempunyai pengaruh yang sungguh tinggi terhadap tingkat keasinan laut sahabat-sahabat, tetapi dia gak mensugesti jumlah garam yang ada di bahari lho.





Makara, penguapan mensugesti keasinan sebuah badan air dengan cara mengubah konsentrasi garam yang ada pada tubuh air tersebut. Wah, tujuannya gimana tuh?





Oke, kita tahu jika air menguap, yang menguap airnya saja kan, mineral-mineral atau zat-zat lain yang ada di dalam air tersebut tidak akan ikut menguap. Sekarang bayangkan bahari dengan garamnya yang sungguh banyak. Ketika air bahari menguap, jumlah airnya menyusut kan, namun, jumlah garam yang ada di dalam bahari tetap sama alasannya adalah tidak ikut menguap.





Fenomena ini ialah salah satu proses fundamental dibalik pengerjaan garam. Tambak-tambak garam di pesisir pantai bertujuan untuk menguapkan air bahari sehingga garam yang tertinggal mampu dipanen dan digunakan oleh para petani garam tersebut.





Nah, kembali lagi ke penguapan air laut, proses penguapan yang terus menerus ini akan menyebabkan tingkat keasinan atau salinitas di maritim menjadi makin tinggi dari waktu ke waktu. Bahkan, di kawasan-kawasan yang panas dan mempunyai tingkat penguapan tinggi seperti maritim mediterania dan bahari mati, salinitasnya jauh lebih tinggi daripada badan-badan air yang lain.





 



Kesimpulan





Nah, dari pemaparan diatas telah cukup jelas kan mengapa air laut asin. Coba kita review lagi beberapa pertanyaan dan balasan yang sudah kita ulas diatas.





Q: Mengapa Air Laut Asin
A: Karena, kadar garam di laut jauh lebih tinggi dari air-air yang lain





Q: Berapa jumlah garam yang ada di lautan
A: 50 Juta Milyar Ton, atau sekitar 3,5% dari berat total lautan di dunia





Q: Dari mana sumber garam yang ada di maritim
A: Dari runoff daratan yang disebabkan hujan dan aktivitas vulkanik bawah bahari





Q: Apa pengaruh penguapan kepada kadar keasinan bahari
A: Penguapan menimbulkan air laut menjadi semakin asin karena airnya berkurang namun garamnya tetap





Gimana, udah kejawab semua kan pertanyaan-pertanyaan kalian!





 



Referensi





NOAA, Why is the ocean salty





Waugh, D. (2009). Geography: An integrated approach. Cheltenham: Nelson Thornes.



Sumber ty.com

Rabu, 16 September 2020

Mengapa Bahari Berwarna Biru?


Saat main ke pantai, pernah gak sih kalian melihat maritim yang terhampar luas dan berfikir, kenapa ya warnanya biru, kenapa gak warna lain? Padahal, maritim kan berisikan air ya, air yang kita gunakan sehari-hari warnanya bening kok, bukan berwarna biru. Lalu, kenapa air maritim bisa berwarna biru?





Nah, ternyata, ada dua argumentasi utama mengapa laut mampu berwarna biru nih temen-temen.





  1. Efek gelombang cahaya
  2. Pantulan dari langit




Wah, kira kira apa sih efek dari gelombang cahaya terhadap warna laut, terus, emangnya warna laut ngikutin warna langit ya? Yuk kita bahas satu-satu!






Efek Gelombang Cahaya





Ketika memasuki air, cahaya matahari mengalami scattering sehingga hanya cahaya biru yang tersisa
Ketika memasuki air, cahaya matahari mengalami scattering sehingga hanya cahaya biru yang tersisa (Antoni, Floor J, 2005)




Jawaban paling sempurna dari pertanyaan “kenapa laut berwarna biru” yakni karena maritim terdiri dari air dan saat cahaya menembus air, terjadi imbas absorpsi atau perembesan yang menimbulkan maritim berwarna biru.





Ketika gelombang cahaya tentang permukaan air, akan terjadi filtrasi dan perembesan gelombang cahaya tersebut oleh air. Seperti yang kita pahami, spektrum cahaya berisikan beberapa warna, antara lain yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu.





Ketika cahaya masuk kedalam air, spektrum warna merah, jingga, kuning, hijau dan ungu diserap oleh air, sehingga cahaya yang tersisa berisikan spektrum gelombang pendek yaitu biru. Hal inilah yang mengakibatkan laut berwarna biru.





Oleh alasannya itu, kian dalam sebuah tubuh air maka kian biru pula warnanya. Hal ini disebabkan karena warna lain bertambah banyak yang diserap sehingga pada akibatnya hanya tersisa warna biru.





Pada laut dalam, warnanya biru bau tanah atau bahkan hitam gelap alasannya lama kelamaan, gelombang biru pun akan diserap oleh air. Hanya saja, penyerapannya jauh lebih lambat bila daripada gelombang yang lain.





Pada kedalaman 656 kaki dibawah permukaan bahari, sungguh sedikit cahaya yang dapat menembus sehingga diketahui selaku zona remang-remang. Namun, pada kedalaman 3,280 kaki dibawah permukaan maritim, sudah tidak ada gelombang cahaya lagi yang dapat menembus air. Oleh alasannya itu, zona ini senantiasa berada dalam kegelapan.





 



Kalau Begitu, Kenapa Air di Gelas Tidak Berwarna Biru?





Oke, kita sudah tahu nih kini jikalau air bahari berwarna biru karena efek penyerapan gelombang cahaya oleh air. Nah, kalau gitu, kenapa air di gelas tetap berwarna bening, bukan berwarna biru?





Ternyata, air di gelas jumlahnya terlalu sedikit sehingga imbas penyerapannya juga tidak terlampau terlihat. Makanya, jikalau kita lihat air di gelas, tetap bening dan gak akan berwarna biru (jikalau air di gelas kalian berwarna biru, harap berhati-hati ya..)





Nah, efek ini mungkin gres akan tampakdi bak renang yang besar atau di danau. Air di kedua lokasi tersebut jika warnanya gak biru hampir pasti biru muda atau turquoise.





 



Pantulan Dari Langit





Seringkali warna badan air mengikuti warna obyek yang ada disekitarnya. Hal ini terjadi karena badan air bersifat reflektif
Seringkali warna tubuh air mengikuti warna obyek yang ada disekitarnya. Hal ini terjadi alasannya badan air bersifat reflektif




Nah, selain imbas dari penyerapan gelombang cahaya oleh air, ternyata maritim juga berwarna biru disebabkan oleh imbas pantulan dari langit nih temen-temen.





Jadi, molekul-molekul air yang ada di bahari ternyata memiliki sifat reflektif terhadap obyek-obyek yang ada disekitarnya. Oleh alasannya itu, warna laut akan dipengaruhi pula oleh warna obyek-obyek yang ada disekitar laut tersebut.





Nah, kira-kira obyek apa nih yang paling mensugesti bahari? Jawabannya ialah langit. Yap, langit sungguh luas dan tentu saja jauh lebih besar dibandingkan obyek apapun yang ada di bahari, sehingga warnanya akan mensugesti secara eksklusif warna laut.





Pernah liat matahari karam di bahari? Langitnya berganti kan ya jadi berwarna kemerahan. Nah, kalian pernah perhatiin warna lautnya juga gak? Ternyata, warna lautnya juga sedikit bermetamorfosis biru tua kemerahan lho!





 



Laut Bisa Berwarna Lain Selain Biru Gak Sih?





Oke jadi kita baru saja membicarakan alasan ilmiah dibalik laut yang berwarna kebiru-biruan. Nah, kira-kira maritim mampu gak sih punya warna lain selain biru?





Ternyata, bahari mampu memiliki beberapa warna yang berlainan temen-temen. Sangat tergantung akan apa yang sedang terjadi di tubuh air tersebut. Langsung aja kita bahas satu-satu yuk!





Laut Berwarna Hijau





Green tide merupakan kondisi dimana warna perairan berubah menjadi hijau karena terdapat sangat banyak fitoplankton dan alga.
Green tide merupakan kondisi dimana warna perairan bermetamorfosis hijau sebab terdapat sangat banyak fitoplankton dan alga (Phys.org)




Okey, jadi ternyata, maritim juga mampu berwarna hijau lho sahabat-teman. Warna laut bisa menjelma kehijau-hijauan dikala terjadi algae bloom atau sering disebut pula sebagai sebagai green tide. Fenomena ini merupakan keadaan dimana alga dan fitoplankton berkembang secara pesat pada suatu perairan.





Karena, alga dan fitoplankton mempunyai warna dasar hijau, maka perairan tersebut juga akan cenderung berwarna hijau.





Umumnya, fenomena algae bloom ini disebabkan oleh tubuh perairan yang tiba-tiba menjadi sungguh subur dan mempunyai banyak nutrisi. Fenomena ini dapat disebabkan oleh upwelling yang dipengaruhi oleh el-nino dan la-nina, ataupun alasannya adalah pembuangan limbah dan pupuk dari daratan ke sungai dan danau.





 



Laut Berwarna Merah





Fenomena red tide terjadi ketika ada algae bloom pada suatu perairan, namun spesies alga yang tumbuh berwarna dominan merah. Oleh karena itu, laut akan berwarna merah
Fenomena red tide terjadi ketika ada algae bloom pada sebuah perairan, tetapi spesies alga yang berkembang berwarna dominan merah




Ternyata, maritim juga bisa berwarna merah lho sobat-sahabat. Eits, bukan karena banyak darah atau apapun, penyebabnya masih sama kok kayak argumentasi laut mampu menjadi hijau, yap, alasannya ada algae bloom.





Namun, kali ini alga yang mendominasi yaitu alga berwarna merah, biasanya dari spesies Trichodesmium erythraeum. Spesies alga ini mempunyai warna dasar merah sehingga badan perairan akan condong berwarna merah dikala terjadi lonjakan populasi alga jenis ini.





Fenomena warna maritim berubah menjadi kemerah-merahan ini lazimnya dikenal selaku red tide.





 



Laut Berwarna Coklat/Keabuan





Laut berwarna coklat atau keabuan umumnya disebabkan oleh sedimentasi yang berlebih dari sungai atau turbulensi yang mengaduk kembali sedimen yang sudah mengendap
Laut berwarna coklat atau keabuan lazimnya disebabkan oleh sedimentasi yang berlebih dari sungai atau turbulensi yang mengaduk kembali sedimen yang telah mengendap (earthobservatory.nasa)




Nah, bila warna coklat keabuan, umumnya disebabkan oleh turbulensi yang tinggi pada tubuh air tersebut. Turbulensi yang tinggi ini akan menimbulkan airnya teraduk, sehingga sedimen-sedimen yang harusnya mengendap di bagian bawah terangkat kembali dan tersuspensi.





Suspensi dari materi-materi sedimen inilah yang mengakibatkan tubuh air mempunyai warna coklat keabuan atau sering kita sebut butek. Umumnya, kondisi seperti ini terjadi sesudah adanya angin kencang di pesisir atau hujan lebat yang menjadikan banyak sedimentasi yang terjadi di sungai-sungai dan deltanya.





Pada sungai-sungai yang panjang dan memiliki debit air besar seperti sungai Amazon di Brazil, sedimen yang dibawa oleh sungai tersebut sangat banyak sehingga mengakibatkan muaranya berwarna coklat keabuan.





Karena disebabkan oleh turbulensi, biasanya keadaan air berwarna coklat keabuan tidak berlangsung dalam waktu yang usang. Air yang ada akan secepatnya jernih kembali sesudah airnya menjadi lebih hening dan sedimen-sedimen tersebut mengendap kembali.





 



Laut Berwarna Hitam





Laut berwarna hitam umumnya disebabkan oleh tumpahan minyak, seperti tumpahan minyak Deepwater Horizon dari British Petroleum di teluk Meksiko
Laut berwarna hitam umumnya disebabkan oleh tumpahan minyak, mirip tumpahan minyak Deepwater Horizon dari British Petroleum di teluk Meksiko (Girst.com)




Ternyata, maritim juga bisa berwarna hitam lho sahabat-sobat. Biasanya, bahari akan berwarna hitam ketika terjadi fenomena tumpahan minyak di maritim atau daerah pesisir yang lain. Minyak yang berwarna hitam pekat akan mengapung di atas air alasannya memiliki berat jenis yang lebih rendah dari air, oleh sebab itu, maritim akan terkesan berwarna hitam.





Fenomena ini sungguh berbahaya alasannya selain mampu menghancurkan ekosistem perairan yang ada, minyak juga dapat membunuh binatang-hewan maritim serta mengusik komposisi air laut.





Oleh sebab itu, bila terjadi kebocoran minyak pada kapal pengangkut minyak ataupun pengeboran minyak lepas pantai, harus secepatnya diatasi. Sejauh ini, cara-cara untuk menghilangkan minyak dari maritim antara lain adalah dengan menggunakan kapal scrubber untuk menyedot minyak, memperabukan minyak tersebut, dan menunjukkan kuman pemakan minyak ke daerah yang terdampak.





 



Kesimpulan





Oke temen-temen, jadi kita udah banyak diskusikan ihwal warna laut tuh tadi, biar pertanyaan-pertanyaan kalian telah terjawab ya. Nah, kita inget-inget ulang nihh pertanyaan apa aja yang udah kita jawab diatas, jangan sampe lupa lho!





Q: Mengapa bahari berwarna biru?
A: Terdapat 2 aspek yaitu refleksi warna langit dan absorpsi gelombang cahaya lain sehingga tersisa warna biru saja





Q: Apakah kian dalam maritim semakin biru warnanya?
A: Ya! Semakin dalam bahari atau badan air apapun itu, maka akan semakin biru tua warnanya





Q: Kenapa air di gelas berwarna bening sedangkan air di maritim berwarna biru?
A: Karena, air di gelas tidak cukup banyak sehingga imbas absorpsi gelombang cahayanya tidak terlalu dominan





Q: Apakah maritim mampu berwarna lain selain biru?
A: Bisa dong! Yang paling sering kita lihat mungkin ialah warna hijau, merah, coklat/debu, dan hitam



Sumber ty.com

Jumat, 04 September 2020

Laut Ingresi, Transgresi, Dan Regresi: Pengertian, Perbedaan, Dan Cara Terbentuknya


Laut intinya adalah sebuah tubuh perairan yang relatif sempit kalau ketimbang samudera tetapi lebih luas jika dibandingkan dengan danau. Terdapat aneka macam bahari di dunia ini, mulai dari maritim hitam, maritim mati, laut mediterania, sampai laut kaspia. Namun, jikalau kita pisahkan berdasarkan cara terbentuknya, kita mendapatkan tiga jenis bahari yaitu bahari ingresi, transgresi, dan bahari regresi.






Laut Ingresi





Laut banda merupakan laut terdalam di Indonesia. Laut ini berjenis laut ingresi karena terjadi tektonisme dimana dasar samudera turun relatif terhadap lempeng benua
Laut banda ialah maritim terdalam di Indonesia. Laut ini berjenis bahari ingresi sebab terjadi tektonisme dimana dasar samudera turun relatif terhadap lempeng benua (freeworldmaps.com)




Laut ingresi merupakan istilah untuk maritim yang terbentuk karena terjadi penurunan kerak samudera relatif dengan kerak benua. Hal ini menjadikan laut menjadi kian dalam sehingga secara visual akan berwarna biru tua. Oleh karena itu, laut-maritim yang berjenis maritim ingresi biasanya sungguh dalam.





Umumnya penurunan kerak samudera ini disebabkan oleh dinamika tektonik lempeng yang mau menciptakan relief-relief bawah bahari seperti palung, basin, lubuk bahari, atau rekahan tengah samudera.





Karena tektonik lempeng yang sungguh aktif, lazimnya laut ingresi sering mengalami acara vulkanisme bawah bahari ataupun gempa bumi bawah bahari.





Contoh maritim ingresi yang paling mudah kita dapatkan adalah maritim Banda di bagian selatan kepulauan Maluku. Laut ini ialah bahari terdalam di Indonesia, sesuai dengan predikat bahwa maritim-bahari ingresi lazimnya sungguh dalam dibandingkan maritim berjenis lainnya.





Selain bahari Banda yang mempunyai kedalaman sekitar 7.400 meter, ada pula laut Flores, bahari Sulawesi, bahari Tengah, dan maritim Jepang yang menjadi acuan dari maritim Ingresi.





 



Laut Transgresi





Laut transgresi umumnya terbentuk karena terjadi pencairan dari gletser gletser besar di kutub utara maupun selatan
Laut transgresi lazimnya terbentuk sebab terjadi pencairan dari gletser gletser besar di kutub utara maupun selatan (Phys.org)




Laut transgresi ialah bahari yang terbentuk karena naiknya permukaan air maritim. Air laut yang naik mengakibatkan daerah yang tadinya kering dan berupa daratan menjadi tergenang, sehingga lama kelamaan berkembang menjadi maritim.





Naiknya air bahari ini mampu disebabkan oleh banyak sekali macam alasan, namun, yang paling memiliki dampak yaitu mencairnya gletser-gletser besar pada kiamat es Pleistosen. Kalian pernah nonton film Ice Age? Ya, kurang lebih mirip itulah proses pencairan gletser-gletser dalam skala besar.





Pencairan gletser ini mengakibatkan air yang tadinya terjebak dalam gletser es menjadi keluar ke samudera, sehingga permukaan air pun berkembangsecara drastis.





Umumnya, laut-bahari berjenis transgresi mempunyai kedalaman yang relatif lebih dangkal jikalau daripada laut lainnya. Hal ini terjadi karena kenaikan air maritim sepanjang sejarah kita tidak terlampau banyak, sehingga optimal kedalaman maritim-maritim ini optimal hanya beberapa ratus meter saja, berlainan dengan maritim ingresi yang bisa mencapai ribuan meter.





Dangkalan sunda dan Dangkalan Sahul yang sekarang menjadi laut jawa dan laut arafuru
Ilustrasi dangkalan sunda dan Dangkalan Sahul yang sekarang menjadi maritim jawa dan laut arafuru (wikipedia.org)




Contoh paling gampang dari laut transgresi adalah laut Arafuru dan maritim Jawa. Kedua laut awalnya bukan berupa bahari lho, kalian pernah dengar tentang dangkalan sunda dan dangkalan sahul? Yap, kedua bahari ini awalnya merupakan daratan yang karam sebab kenaikan paras air maritim.





Pada peta diatas, kita dapat melihat bahwa pada zaman es (ice ages) tempat Australia terhubung dengan Papua lewat dangkalan sahul, sedangkan pulau Jawa terhubung dengan Kalimantan, Sumatera, dan Semenanjung Malaya melalui dangkalan sunda.





Seiring dengan bertambahnya tinggi permukaan maritim alasannya adalah mencairnya es di kutub, kedua dangkalan ini pun tenggelam dan kini menjadi bahari Jawa dan bahari Arafuru.





 



Laut Regresi





Laut regresi terbentuk ketika permukaan air menurun relatif terhadap tinggi daratan. Pada ilustrasi ini, teradi sedimentasi sehingga permukaan daratan semakin menjorok ke laut
Laut regresi terbentuk dikala permukaan air menurun relatif terhadap tinggi daratan. Pada ilustrasi ini, teradi sedimentasi sehingga permukaan daratan kian menjorok ke maritim (Geocaching.com)




Laut regresi merupakan laut yang mengecil dan mendangkal seiring dengan berjalannya waktu. Lama kelamaan, bahari ini akan semakin mengecil hingga mengekspos dasar maritim yang ada dibawah permukaan lautnya.





Pendangkalan maritim ini mampu disebabkan oleh dua hal yakni sedimentasi yang besar pada suatu maritim atau penurunan tampang air bahari relatif kepada lempeng benua yang ada. Dua duanya ialah argumentasi yang valid bagi terbentuknya maritim regresi, tetapi, keduanya memiliki proses yang jauh berbeda.





Sedimentasi yang besar pada maritim biasanya disebabkan oleh proses abrasi yang tinggi pula pada daratan disekitarnya. Endapan sedimen yang tererosi dari daratan akan dibawa oleh sungai-sungai ke laut, hingga jadinya mereka mendekam di maritim.





Lama kelamaan, sedimen ini dapat menimbulkan bibir pantai bertumbuh semakin jauh ke laut, sehingga menghemat luas laut dan membuat maritim menjadi dangkal. Ini yaitu salah satu teladan regresi maritim yang mungkin terjadi.





Ilustrasi dangkalan bering (beringia). Pada saat zaman es, daerah yang berwarna biru agak tua tersingkap diatas laut menjadi dangkalan
Ilustrasi dangkalan bering (beringia). Pada dikala zaman es, daerah yang berwarna biru agak tua tersingkap diatas maritim menjadi dangkalan (StackExchange.com)




Regresi bahari yang lebih ekstrim dan sering dijadikan contoh adalah regresi paksa dimana paras air maritim menurun secara drastis alasannya airnya terkunci dalam gletser-gletser besar di tempat kutub. Hal ini lazimnya terjadi saat ada pendinginan global yang ekstrim dan terjadi secara masif.





Contoh maritim yang mengalami regresi alasannya adalah peristiwa ini yakni bahari bering yang terletak di perbatasan Rusia dan Amerika. Saat permukaan laut menurun, tereksposlah bering land bridge yang kini telah berada dibawah laut. Dangkalan ini memungkinkan terjadinya migrasi binatang dan insan dari benua Eropa-Asia-Afrika ke benua Amerika.





Contoh lain dari laut regresi yang disebabkan oleh penurunan tampang air laut yaitu bahari jawa dan laut arafuru. Saat permukaan laut turun, tersingkaplah dangkalan berupa dangkalan sahul dan dangkalan sunda. Kedua dangkalan ini memungkinkan terjadinya penyebaran tanaman dan fauna di Indonesia seperti yang kini kita ketahui ini, terdapat 3 jenis yakni asiatis, australis, dan peralihan.





 



Perbedaan Laut Ingresi, Transgresi, dan Regresi





Sebenarnya, perbedaan utama dari ketiga jenis bahari ini ialah cara terbentuknya. Namun, cara terbentuk yang berlawanan-beda ini akan menciptakan karakteristik tubuh air yang berlawanan pula. Berikut ini tabel yang merangkum perbedaan antara ketiga jenis bahari yang sudah kita bahas diatas.





Laut IngresiLaut TransgresiLaut Regresi
Proses
Terbentuk
Menurunnya ketinggian dasar samudera relatif kepada lempeng benuaMeningkatnya ketinggian tampang air laut relatif kepada lempeng benuaMenurunnya ketinggian air maritim relatif terhadap daratan
Gaya
pembentuk
dominan
Gaya endogen bumi berbentuktektonik lempengGaya eksogen berbentukpencairan gletser dan pemanasan globalGaya eksogen berbentukpendinginan global dan erosi sedimentasi
KedalamanSangat dalam, bisa mencapai ribuan meterRelatif dangkal, puluhan hingga ratusan meterUmumnya dangkal seperti laut transgresi
Relief bawah maritim Palung bahari, rekahan tengah samudera, basinBermacam macamBermacam macam
Tabel perbandingan laut ingresi dan bahari regresi




Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya maritim regresi dan maritim transgresi merupakan bagian dari suatu proses. Ketika permukaan maritim naik dan daratan tergenang, maka akan terbentuk bahari transgresi, tetapi, ketika permukaan maritim turun dan daratan kembali menjadi daratan, akan terbentuk maritim regresi.



Sumber ty.com

Senin, 17 Agustus 2020

Arus Oyashio Dan Kuroshio: Pengertian Dan Dampaknya


Kalian pasti pernah mendengar oyashio dan kuroshio, dua arus bahari yang sangat terkenal di daerah lepas pantai Jepang. Kedua arus bahari ini terkenal alasannya keberadaannya menciptakan perairan Jepang menjadi salah satu perairan dengan produktivitas perikanan yang sungguh tinggi.





Oleh alasannya adalah itu, kedua arus bahari ini memiliki peran yang sungguh penting bagi kehidupan dan penghidupan penduduk Jepang. Terlebih lagi, kita tahu bahwa masyarakat Jepang sangat menyukai konsumsi ikan dan produk bahari lainnya.





Pada postingan ini, kita akan mendiskusikan apalagi dulu apa itu arus oyashio dan kuroshio, serta perbedaan antara keduanya. Setelah itu, kita akan coba mengulik lebih dalam pengaruh dari kedua arus ini pada perairan Jepang.






Mengenal Lebih Dekat





Arus laut di perairan jepang
Arus laut di perairan Jepang (Wikipedia.org)




Sebelum beranjak lebih jauh dalam pembelajaran kita mengenai kedua jenis arus maritim ini, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu arus kuroshio dan apa itu arus oyashio.





Perhatikan gambar diatas, pada diagram diatas, arus laut Oyashio yakni yang bernomor 7 sedangkan Kuroshio ialah arus yang bernomor 1. Selain itu, terdapat pula arus bernomor 2 yang ialah lanjutan dari arus Kuroshio, serta nomor 3 yang menjadi arus balik Kuroshio.





Untuk wawasan pemanis kalian, arus nomor 4 yakni arus Tsushima, nomor 5 yaitu arus Tsugaru, nomor 6 yaitu arus Soya, sedangkan nomor 8 ialah arus Liman.





Pengertian Arus Kuroshio





Arus Kuroshio adalah suatu arus hangat yang mengalir dari Asia Tenggara ke utara, melewati perairan China menuju perairan Jepang. Arus ini menerima namanya dari warna arus tersebut yang condong gelap kehitaman.





Arus ini berasal dari north pacific ocean gyre yang berada di Samudera Pasifik dan mengalir searah dengan jarum jam. Pada tempat lepas pantai Filipina, terdapat pemikiran yang memecah dan bergerak ke arah utara. Arus ini memasuki perairan Jepang melewati cela-cela yang ada pada kepulauan Ryukyu.





Arus ini lalu akan berjumpa dan bercampur dengan arus Oyashio yang bersifat lebih acuh taacuh di perairan Jepang. Setelah bercampur, arus ini kemudian akan mengalir lagi ke arah selatan, bergabung lagi dengan north pacific ocean gyre.





 



Pengertian Arus Oyashio





Arus Oyashio pada dasarnya yaitu suatu arus masbodoh yang berasal dari utara, lebih tepatnya maritim Bering dan samudera Arktik. Arus ini menjinjing air yang sungguh cuek dari daerah kutub melewati selat Bering ke bab selatan samudera Pasifik, lebih tepatnya lepas pantai Russia di kota Vladivostok dan perairan Jepang.





Arus ini pada kesudahannya akan berjumpa dengan arus hangat Kuroshio di perairan Jepang dan bercampur disana. Setelah berjumpa Kuroshio, arus Oyashio kembali memantul dan mengalir kembali ke arah utara, tentu saja dengan suhu air yang lebih hangat.





 



Perbedaan Antara Arus Kuroshio dan Oyashio





Arus Oyashio merupakan arus dingin sedangkan arus Kuroshio adalah arus hangat




Pada dasarnya, perbedaan utama dari kedua jenis arus maritim ini ialah jenisnya serta daerah asalnya. Arus Oyashio merupakan arus masbodoh yang berasal dari samudera kutub utara, sedangkan arus Kuroshio yaitu arus hangat yang berasal dari samudera Pasifik.





Jenis arus yang berlainan ini turut menyebabkan perbedaan-perbedaan lain seperti kedalaman arus, kekuatan arus, serta kesanggupan transportasi material dari arus-arus ini. Tentu saja hal ini disebabkan oleh





Selain itu, kedua arus ini juga mempunyai dampak yang berlawanan beda terhadap iklim setempat sepanjang jalur pedoman mereka. Hal ini terjadi alasannya adalah arus maritim adalah salah satu faktor yang menghipnotis iklim lokal.





Arus Oyashio yang mempunyai karakteristik acuh taacuh tentu saja akan menimbulkan iklim disekitarnya menjadi lebih masbodoh, sedangkan arus Kuroshio yaitu arus hangat yang menjadikan iklim disekitarnya menjadi lebih hangat.





 



Dampak Arus Kuroshio dan Oyashio





Secara lazim, terdapat beberapa efek yang disebabkan oleh adanya kedua arus bahari ini pada perairan Jepang dan sekitarnya. Namun, yang paling terperinci terlihat yakni efeknya kepada produktivitas perikanan serta efeknya pada iklim setempat.





Perairan di Jepang Menjadi Kaya akan Ikan





Arus Oyashio yang bersifat cuek dari utara menenteng air yang kaya akan plankton dan nutrisi-nutrisi yang lain. Nutrisi ini sangat penting dalam mendukung perkembangan ikan-ikan dan binatang bahari yang ada di wilayah sekitar perairan Jepang.





Arus masbodoh ini mengandung banyak nutrisi dan oksigen alasannya adalah terjadi fenomena upwelling nutrisi dari bab dalam lautan ke bagian atas dimana plankton dan ikan-ikan mampu hidup dengan nyaman.





Oleh sebab itu, nutrisi yang dibawa oleh arus Oyashio ini mengakibatkan perairan di sekeliling Jepang menjadi sangat produktif untuk kegiatan perikanan dan budidaya hewan maritim lainnya.





 



Dampak Iklim pada Daerah Utara Jepang





Arus Oyashio menyebabkan perairan disekitar pelabuhan Vladivostok membeku




Arus Oyashio mempunyai dua efek pada iklim tempat utara Jepang dan Rusia secara lazim. Yang pertama yaitu menimbulkan daerah dataran Siberia pesisir mempunyai iklim yang relatif lebih acuh taacuh dibandingkan dengan Siberia di dalam daratan.





Sedangkan, yang kedua yaitu mengakibatkan perairan disekitar Vladivostok, pelabuhan jual beli utama Rusia di bahari Pasifik, menjadi lebih hambar dari kawasan sekitarnya. Hal ini menyababkan terjadinya pembekuan air bahari dan diharapkan kapal-kapal pemecah es agar jual beli dapat berlangsung dengan tanpa kendala.





Dampak yang pertama disebabkan oleh adanya tubuh air hambar yang mengakibatkan iklim sekitar ikut menjadi cuek. Hal ini menciptakan garis pohon, suatu garis batas paling utara pohon dapat tumbuh, bergerak ke arah selatan.





Artinya, kawasan yang mampu ditumbuhi oleh pohon menjadi makin sedikit ketimbang daerah yang telah masuk kategori padang es dan tundra.





Dampak yang kedua disebabkan oleh pemikiran air hambar ke bab perairan Utara Jepang dan lepas pantai Vladivostok. Aliran air yang lebih acuh taacuh tersebut menjadikan air laut disekitarnya menjadi beku, sehingga mempersulit aktivitas jual beli di pelabuhan. Hal ini menyebabkan Rusia mesti mensiagakan armada kapal pemecah es disekitar Vladivostok untuk mempertahankan jual beli di kawasan tersebut.





 



Berkembangbiaknya Cumi-Cumi Jepang





Jepang juga populer alasannya mempunyai cumi cumi endemik adalah Japanese Flying Squid. Perkembangbiakan hewan ini bekerjasama sungguh dekat dengan arus Kuroshio Jepang.





Setelah larvae cumi-cumi ini menetas di laut China Selatan, mereka dibawa ke utara oleh arus Kuroshio. Setelah itu, mereka dapat berkembang di kawasan perairan sekitar Jepang, khususnya pada eddies dan gyre yang terbentuk di tempat tersebut.





 



Terbentuknya Gyre’s dan Eddies di Perairan Jepang





Pertemuan antara arus Kuroshio dan Oyashio menjadikan terbentuknya pusaran-pusaran yang dikenal selaku Gyre pada perairan lepas pantai Jepang. Selain itu, akan terbentuk pula eddies atau sejenis arus pusaran air di wilayah-kawasan tertentu.





Terbentuknya eddies dan gyre ini tidak lain alasannya adalah terjadi benturan antara arus Kuroshio dan Oyashio. Selain itu, interaksi antara arus maritim dengan pesisir pantai dan daratan juga menjadikan terjadinya eddies dan gyre.





Fenomena ini turut berperan dalam menimbulkan perairan Jepang kaya akan nutrisi dan sungguh produktif dari segi perikanan. Hal ini terjadi alasannya adalah gyre dan eddies dapat mengkonsentrasikan nutrisi dan plankton yang ada di lautan. Selain itu, kedua fenomena ini juga mampu melindungi benih-benih ikan kecil saat sedang bertumbuh.



Sumber ty.com